Buat Jejak Klasik-mu Sendiri

sebuah ulasan untuk Buku Jejak Klasik -  CEO Notes


Cara penulis buku ini memasarkan bukunya cukup unik. Saya tertarik membeli buku ini karena sang penulis bilang kalau dia akan mengalokasikan sebagian keuntungan penjualan buku ini untuk pengembangan area ternak ikan (mungkin tepatnya tambak ikan) di Desa Bojonggenteng. Jadi, kalau saya membeli bukunya, sedikit dari uang dikeluarkan mungkin bisa berkontribusi untuk pembangunan lahan pekerjaan di desa tersebut. Disisi lain, lumayan agak jadi tamparan juga sih buat saya, lahan pekerjaan yang seharusnya dapat diciptakan oleh para Sarjana Kelautan dan Perikanan, ternyata malah diciptakan oleh seorang pengusaha bidang IT. Ya, tidak apa-apa sih, semua orang berhak untuk berkontribusi untuk masyarakat. Betul? 😊


#Tentang Desain Buku
Buku ini terdiri dari 2 sisi, sisi yang pertama berjudul Jejak Klasik, sedangkan sisi yang lainnya berjudul CEO Notes. Jadi, semacam dua buku yang disatukan. Dari segi cover, ide desain nya cukup unik, karena ketika baca satu sisi buku, misal Jejak Klasik, kalau kita mau membaca sisi buku yang lainnya, maka harus dibalik.

Masing-masing cover buku dari dua sisi pun sederhana, tidak terlalu berlebihan tapi tidak unik juga Hehe, namun cukup mewakili isi konten didalam buku tersebut. Pemilihan warna yang tepat menurut saya, kolaborasi warna hitam, biru muda, dan putih agak abu-abu. Kontras yang pas.


#Tentang Layout Buku
Untuk sisi buku tentang Jejak Klasik, konten buku ditulis dengan font yang tepat, ditambah dengan beberapa gambar ilustrasi sederhana berwarna merah maroon muda. Beberapa foto yang termuat sedikit menjelaskan emosi penulis dalam menceritakan kisahnya. Untuk bagian CEO Notes tone warna yang digunakan agak berbeda, yakni biru muda, sesuai dengan warna start up yang penulis bangun, ID Cloud Host. Warna biru membuat aura buku ketika dibaca terasa lebih fresh.

#Tentang Konten Buku
Isi yang diceritakan di Jejak Klasik ini lebih pada cerita pribadi Alfian, sang penulis tentang beberapa penggal episode hidupnya. Dimulai dari sedikit cerita masa kecil, masa SMP, masa SMA, masa kuliah dan mendirikan ID Cloud Host, sampai masa awal memulai untuk berkeluarga. Selain tentang kisah hidup, disela-sela bab diselipkan beberapa quotes, semacam motivation of life singkat yang khas sesuai dengan situasi cerita.

Bagian buku CEO Notes, lebih menceritakan pada hal-hal yang bisa diambil hikmahnya bagi pembaca yang ingin mencoba menjadi seorang pengusaha (dalam hal ini usaha web hosting). Meskipun dibeberapa bagian, penulis juga menambahkan beberapa kisah pelajaran merintis sebuah perusahaan. Dan hal yang sama seperti di Jejak Klasik, penulis senantiasa menyisipkan quotes.

#Elaborasi Ulasan Saya
Kalau saya mau menilai konten isi buku ini, sebenarnya gak spesial-spesial banget sih isinya 😀. Karena dari sekian buku yang menceritakan kesuksesan merintis usaha, alur dan khas isi tulisannya hampir mirip. Perbedaannya adalah apakah si penulis itu dapat membuat pembaca terbawa atau hanyut dalam isi pikiran yang dia tumpahkan dalam isi buku atau tidak.

Mengenai Jejak Klasik, saya sendiri sebagai pembaca dapat bisa sedikit terhanyut pada satu hal, bahwa inti dari yang diceritakan dalam buku ini adalah menggambarkan sebuah USAHA YANG TAK TERBATAS. Iya sih, kalau mau jadi pengusaha atau jadi orang sukses, ya memang harus USAHA, dan sebagai manusia, pasti kita punya batas sampai sejauh mana kita mau berusaha. Iya gak sih? Usaha terus dan berkali-kali gagal atau tidak mencapai hasil yang maksimal pasti capek kan?😅

USAHA YANG TAK TERBATAS, itu hal yang saya dapatkan dari buku ini. Sebenarnya, usaha yang terus diulang, yang terus dicoba, secara gak langsung membuat kemampuan diri bertambah, entah bertambah pada aspek manajemen diri atau pada aspek yang kita mau perjuangkan. Dan pada saat kemampuan kita meningkat, Tuhan akan beri kepercayaan pada kita dengan memberi amanah lebih, Dia akan kasih ujian sesuai kadar kemampuan kita yang meningkat itu.

Kesuksesan adalah amanah. Harta adalah amanah. Pasangan hidup adalah amanah. Anak adalah amanah. Jabatan adalah amanah. Terus kalau kita tanya, kenapa kita belum mendapatkan itu? Jawabannya adalah karena Tuhan Maha Tau kamu belum mampu untuk memikul amanah itu. Maka lancarkan-lah USAHA YANG TAK TERBATAS, kelak kamu bisa membuat Jejak-Klasik mu sendiri.

Intinya, kalau mau mengerti buku ini atau buku lain, jangan dipahami tekstual aja, tapi elaborasi dan coba refleksikan sama kehidupan kita sendiri, biar kita bisa menangkap pelajaran hidup atau hikmahnya.

Nuhun ah👌

Comments