8 Unique Peoples I Met in 2018

Mengawali pengalaman pertama dalam dunia kerja kantoran di tahun 2018, saya banyak bertemu dengan orang baru. Dari banyaknya orang baru yang saya temuin, ada beberapa orang yang menurut saya unik dan sebagian saya sebut 'keren juga nih orang'. Nah, dipostingan ini, ceritanya saya bakal rangkum beberapa orang unik tersebut. Cuman sebenarnya, saya gak mengenal begitu dekat dengan mereka sih, jadi bisa dibilang mereka ini orang asing buat saya. Tapi, beberapa kesempatan ketemu, dan juga dengan latar belakang mereka yang berbeda, saya dapet hal-hal inspiratif simpel dari mereka. Apa aja tuh? Yuks kenalan sama mereka..πŸ˜‰
8 Unique Peoples I Met in 2018
#1. Prof Dietriech (A Very Humble Professor)
Nama lengkapnya Prof. Dr. Ir. Dietriech Geoffrey Bengen, DEA, pertama kali ketemu dengan Prof ini sekitar bulan Januari 2018 dalam sebuah acara yang sama di kantor. Setelah itu, mungkin ada sekitar 4-6 kali kesempatan bertemu dan menyapa beliau di acara yang sama juga dan berkaitan dengan pekerjaan di kantor. Siapakah beliau? kalau mau kenalan lebih lengkap bisa klik disini ya. 😊

Sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekologi Pesisir dan Laut, Prof Dietriech kalau udah jelasin tentang pengelolaan wilayah pesisir terpadu, duuh.. mantep!! Saya malah sering nyampein ke temen kerja saya "Keren ya.. Prof ini.." terus dia cuma jawab "Ya wajarlah Mu, dia kan Professor". Nah, tapi, menurut saya, gak semua Dosen, ilmuwan, bahkan Profesor bisa bener-bener memahamkan ilmu yang dia tahu dengan cara yang begitu simple ke orang yang level ilmunya ecek-ecek alias awamlah ya. Soalnya saya sering dengar kuliah Profesor di kampus, dengerin penjelasan Profesor kalau ada seminar apa gitu di kuliahan, tapi agak susah gitu buat memahami kata perkata dari materi yang dijelasin wkwk

Nah, makanya, saya sebut Prof Dietriech ini adalah Profesor yang keren dan unik. Karena beliau ketika menerangkan konsep ilmu, gak bertele-tele dan bahasanya gak berat untuk orang lain, atau istilahnya, bahasanya sangat down to earth.  Dan keren nya beliau ditambah dengan pembawaan beliau yang humble ke orang😊. Tahun baru kirim ucapan, lebaran kirim juga ucapan. Saya siapanya beliau? Tapi beliau ke semua orang pun memang begitu, humble. Ya, mungkin ke-humble-an beliau itu yang jadi salah satu alasan kenapa ilmunya beliau sangat mudah masuk dan dipahami sama orang lain. Penyampaiannya jelas, yang dengerin juga enjoy, ikhlas juga mahamin orang, jadinya ilmunya tersampaikan dan nempel. So guys, hal ini yang bisa kita tiru dari beliau, semakin tinggi ilmu tetap kudu stay humble πŸ˜‰
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#2. Umi Siti Zaenab (An Assertive Woman Leader)
Kesan pertama pas ketemu dengan ibu yang satu ini adalah "wah, vokal sekali..". Kebetulan pertemuan pertama kita adalah bulan Februari 2018 di Kota Mataram. Saat itu, saya sedang bertugas menjadi seorang operator dan notulen dalam rapat bersama rekan Pemprov NTB. Sebenarnya ibu ini bukan satu-satunya perempuan yang menyampaikan saran/masukan, tapi dari beberapa perempuan yang bicara, saya punya kesan kalau ibu ini orang yang vokal, aktif, dan berani. 

Dipertemuan pertama, saya belum tahu ibu itu siapa dan apa posisi beliau, saya cuma mengenal wajah dan gaya bicara beliau. Qadarullah, ternyata saya dan beliau bertemu lagi pada bulan yang sama, tapi kala itu di Kota Bima. Dari wajah dan gaya beliau, saya langsung merasa ngeuh kalau beliau ini yang bicara waktu rapat tempo hari lalu. Dari pertemuan kedua itu, saya resmi berkenalan dengan beliau, namanya Ibu Siti Zaenab, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima. wow!

Saya dan rekan saya ditemani oleh beliau ketika survei lapang disepanjang Teluk Bima. Beliau menjelaskan banyak hal pada kami. Menurut stafnya, beliau ini sangat akrab dengan stafnya dan juga dengan warga, sehingga beliau punya panggilan akrab, yaitu Umi. Yang paling berkesan dan membuat saya pengen berkunjung lagi suatu saat ke Bima adalah kesan yang ditunjukan oleh beliau. Kala itu, pas lagi capek-capeknya habis survei, saya dan rekan saya diajak ke sebuah Desa Kolo, hampir ujung Teluk Bima. Beliau mengajak kami ke sebuah tempat penghasil/pengrajin galangan kapal 5 GT, dan beliau yang menjadi pembina/supervisornya. Hal spesialnya adalah kami diberi kesempatan mencicipi hasil SDA Hayati Teluk Bima, Tuna dan ikan lainnya. Ikan tuna disajikan dengan bumbu sate, dan ikan-ikan lainnya dibakar dengan balutan sambal dabu-dabu. Untuk minumannya, kami diberi kelapa muda asli yang baru ambil dari pohon. Maa Syaa Allah.. Ya Allah... nikmat banget.. πŸ˜‹ 

Nah, dari pertemuan singkat yang mengesankan itu, saya dapat melihat dan menangkap aura Umi, sebagai seorang perempuan yang juga punya amanah sebagai pemimpin di tempat kerjanya. Sebagai pemimpin, mungkin banyak cobaan dan rintangan yang dihadapi, tapi, Umi adalah sosok pemimpin yang merangkul, berani berbicara dan tegas, juga disegani. Manurut saya gak semua orang yang punya amanah jabatan memiliki sifat seperti Umi, apalagi beliau adalah perempuan. Dan sebagai perempuan, saya pun salut sama Umi Siti Zaenab. 😊. Semoga bisa berkunjung lagi ke Bima dan bertemu dengan Umi, ya..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#3. Dr. Maret Priyanta (A Calm Lecturer-Jurisconsult)
Pertama kali ketemu dengan bapak ini adalah di bulan Maret 2018. Beliau kami undang sebagai narasumber hukum di kantor. Bahkan menjadi sering kami undang setelahnya. Jadi ada sekitar 4-5 kali kesempatan mendengarkan penjelasan dan kuliah singkat beliau di kantor.

Siapa sih Pak Maret ini? Lengkapnya bisa kallian browsing ya. Tapi secara singkatnya, Pak Maret ini adalah seorang dosen hukum di Unpad yang juga merupakan salah satu ahli hukum di bidang lingkungan dan agraria. Seperti yang saya sampaikan diatas, gak semua Dosen, ilmuwan, bahkan Profesor bisa bener-bener memahamkan ilmu yang dia tahu dengan cara yang begitu simple ke orang yang level ilmunya ecek-ecek alias awam. Nah, Pak Maret ini menurut saya adalah ahli hukum lingkungan yang bisa memahamkan konsep hukum yang dia kuasai kepada orang lain dengan bahasa yang sederhana dan terstruktur. Saya yang bukan mahasiswa hukum, kalau mendengarkan penjelasan beliau, jadi ngerti apa yang beliau jelasin.

Yang saya pelajari dari Pak Maret ini, beliau adalah narasumber hukum yang sangat kalem dan tenang kalau menjelaskan sebuah konsep dan ilmu hukum. Saya pernah nemukan dosen bahkan sering yang pembawaannya tergesa-gesa, muter-muter dan gak jelas intinya apa. Tapi, seorang dosen, orang yang berilmu, dan dapat menyampaikan ilmunya dengan cara yang tepat, baik, enak,  dan efisien itu jarang. Dan saya belajar, bahwa, jika suatu saat, saya merubah haluan tujuan untuk jadi seorang dosen, saya bakal contoh gaya kalem dan tenangnya Pak Maret ini. 
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#4. Kak Ela (The Coolest Young Mom in Nunukan)
Bulan Oktober 2018 saya berkesempatan untuk mengunjungi daerah Nunukan untuk kedua kalinya. Saat itu saya berangkat bersama rekan kerja dan pimpinan saya di kantor. Di Nunukan, kami didampingi oleh rekan kami bernama Pak Husni dan satu orang perempuan namanya Kak Ela. 

Kak Ela ini adalah rekan kami di Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan yang menjemput kami di Pelabuhan. Dan ternyata, untuk beberapa hari kami di Nunukan, Kak Ela lah yang akan senantiasa mendampingi kami. Saya panggil Kak Ela, karena secara penampilan dan aura, memang masih terlihat muda. Bahkan, saya waktu itu mengira kalau Kak Ela ini masih single kayak saya hehe. Ternyata, Kak Ela ini sudah berkeluarga dan punya anak yang sudah cukup besar. Jadi, bisa dibilang, Kak Ela ini ibu muda.

Kak Ela ini ibu muda yang jago nyetir. Dan kata beliau, dia sering mendampingi jika ada rekan kerja dari pusat yang bertugas di Nunukan. Di tempat kerjanya sendiri, Kak Ela memiliki tugas sebagai pendamping nelayan dan pembudidaya rumput laut. Jadi, beliau sering berinteraksi dengan warga/masyarakat nelayan. 

Yang aku dapatkan dari Kak Ela ini adalah semangat jiwa muda, meski sudah berumah tangga. Hehe. Dan catatan pentingnya adalah daerah Nunukan itu hampir berbatasan langsung dengan negara tetangga lho. Bisa dibilang sebagai wilayah perbatasan. Sehingga, menurut saya, menemukan ibu dengan karyanya untuk warga dan juga berjiwa muda di wilayah perbatasan itu unik. Ini jadi kaya sentilan sih buat saya, Kak Ela yang berkarya di daerah perbatasan aja semangatnya luar biasa. nah kita yang bekerja dan tinggal di Kota, masa semangatnya kalah sih? hehe.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#5. Shana Fatina (An Inspiring Baby's Mom Traveller)
Pertama kali terlibat dalam sebuah percakapan online dengan Shana Fatina berkat kenalan orang Kementerian Pariwisata. Kala itu, saya lagi mencari data dan informasi tentang rencana pengembangan wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya. Dan kebetulan Mba Shana ini adalah PIC yang menangani perencanaan pengembangan wisata di Labuan Bajo. Saya panggil beliau Mba Shana, karena memang beliau masih muda. Karena usianya yang masih cukup muda tapi amanah beliau yang dipikul cukup luar biasa, so, saya pun penasaran untuk browsing tentang Mba Shana ini.

Informasi yang saya dapatkan, ternyata Mba Shana ini adalah Ibu Muda yang inspiratif. Beliau berpengalaman dalam merintis sebuah gebrakan baru energi alternatif. Mungkin kalian bisa browsing di google ya 😁. Tapi yang menjadi inspiratif bukan hanya itu kayaknya, karena beliau ini sering bepergian untuk mencari ilmu dan menebar konsep inspiratif ke orang lain. (sepertinya begituπŸ˜€) Nah, menurut saya selama berkomunikasi dengan beliau via sosmed, Mba Shana ini orang nya friendly banget, padahal kita gak saling kenal, dan belum sama sekali pernah ketemu. Tapi jujur, pekerjaan saya terbantu dan sedikit menjadi mudah karena beliau, thanks Mba πŸ˜‰

Meski sepanjang komunikasi online, kami belum bertemu. Qadarullah, bulan Desember 2018 saya gak sengaja ketemu beliau di tempat check in pesawat di Bandara Soehat Jakarta. Saya langsung nyapa beliau karena saya inget wajahnya. Beliau kala itu hendak berangkat ke Surabaya bersama suami dan baby kecilnya. Sebagai ibu muda yang mungkin sibuk, tapi Mba Shana ini always take care her baby even though on a work trip. Wow! Dan selain itu, ternyata, gak di online atau offline, Mba Shana ini memang friendly dan humble orangnya. 

Humble, friendly, baik, punya kapabilitas, makanya Allah beri amanah pada beliau untuk jadi Direktur Utama BOP Labuan Bajo. Beliau resmi menerima amanah itu dari Menteri Pariwisata pada bulan Januari 2019. Hanya saja, kabar terbaru yang saya dapat, beliau sedang Allah beri ujian, yakni beliau saat ini sedang ditarik dari amanahnya tersebut. Saya sempat membaca beberapa berita online tentang alasan penarikan beliau. Dan ketika saya baca, waah,, berat sekali tantangan beliau ni..

Yep, apapun ujian yang sedang dilalui, semoga Mba Shana tetap diberi kelapangan, kemudahan, dan ketegaran dalam menghadapinya. Karena orang yang memberi kemudahan pada orang lain, akan diberikan kemudahan kelak, Ganbatte kudasai, Mba! πŸ’ͺ
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#6. Dena (A Very Friendly Roker - GND - BKS)
Gue tiba-tiba diliatin sama orang berkerudung di Stasiun Gondangdia. Waktu itu gue abis pulang kerja. Gue berdiri di peron 2 terus ada mba-mba yang deketin gue dan nanya "kamu yang sering naik disebelah sini ya, ke Bekasi kan? Aku tau soalnya kerudungnya sama" Gue waktu itu ngerasa aneh dan pengen bilang Nih orang kenapa sih tanya-tanya?. Tapi gue mencoba buat ramah dan menjawab pertanyaan dia yang tiba-tiba. 

Dia ngobrol sama gue kaya orang yang udah akrab, ditambah ketika gue bilang asal gue, dari Sukabumi. Dia pun semakin antusias ngobrol, ketika gue bilang kalau gue pernah sekolah SMA di Cibadak. Eh, ternyata, dia ini asli dari Sukabumi juga, tepatnya asli dari Cibadak. Beberapa temen gue di SMA juga dia kenal. Nah, dia ini namanya Dena. Temen dadakan sesama Roker (Rombongan Kereta) Gondangdia-Bekasi. Dia kerja di perusahaan Tekstil Kimia di Tanah Abang. Karena dia gak mau ribet transit KRL, so, dia naik KRL dari Gondangdia langsung ke Bekasi. 

Obrolan kita makin panjang didalam gerbong KRL, gue yang biasa ngerasa pegel dan ngantuk kalau gak kebagian duduk, kala itu jadi melek dan kaki gue ngerasa biasa aja. Si Dena ini terus ngajak gue ngobrol, dan gue pun enjoy menimpali obrolan dia. Didalam gerbong yang penuh ama para roker, dia gak segan buat ngatain cara berdiri roker lain dikereta. Misal ... "Pak, kayaknya lebih enak kalau bapak berdiri dan ngadepnya kaya gini" atau "bu, kayak gini aja bu posisinya, naah, kan, enak kalau gitu". Dari situ gue terkesan oh dia orangnya gak segan bertegur ke orang asing. Disepanjang perjalanan GND-BKS, si Dena ini ngasih gue beberapa tips menjadi roker dan ngasih tau gue kalau misal kebagian duduk, harus mau gantian sama orang lain yang berdiri di setengah pejalanan. Dan kata dia, saking gak segan bertegur sama orang, dia berani buat bilang gantian ke orang yang duduk ketika dia udah beridiri lama di KRL. 

Kata Dena, kepedulian dan amal sederhana seperti itu yang bisa dipraktikan sebagai roker di Ibukota. Nah, kalau kamu seorang roker, apa yang dilakukan Dena bisa juga kamu coba praktikan di KRL. Selamat mencoba ya!πŸ˜€ Kalau kata Dena "Ulah era-an", artinya jangan malu-malu. 😁
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#7. Vero Anggra (A Hijab DSC Leader at Google)
Gue suka hal-hal tentang IT, meskipun gue sering gak ngertiπŸ˜€. Kala itu gue iseng ngecek akun Linked In gue, dan ternyata ada pesan masuk dari Google Cloud. Pesan itu berisi undangan bahwa Google Indonesia bakal ngadain acara Google Cloud Summit di Jakarta. Nah, kalau gue bisa dan mau hadir, gue tinggal konfirmasi di link undangannya tersebut. Karena gue suka dengan hal-hal berbau IT, so, gue konfirmasi buat hadir. Meskipun konsekuensinya harus izin kerja setengah hari. Tapi, ya, gapapa, karena Bos gue di kantor orangnya baik-baik, gue pasti dikasih izin.

Acara Google Cloud Summit 2018 itu dilaksanakan di bulan Oktober, tempatnya di Hotel Ritz Carlton. Opening acara ini sumpah keren banget. Ya, karena gue baru pertama kali ikut, jadinya kaya amaze gitu Haha. Di acara itu, kebanyakan peserta yang hadir adalah cowok. Jarang banget liat perempuan mondar-mandir, kecuali panitia. Cuma, pas gue ambil snack, gue kaya ngeliat sosok perempuan unik dideket gue. Uniknya adalah dia berbusana syar'i, dan dia memakai niqob (cadar). Dalam hati gue bergumam, subhanallah, acara kekinian kaya gini, ternyata ada perempuan shalihah yang dateng. 

Kala itu gue pengen nyapa dia, tapi gue bingung plus malu sih. Eh, akhirnya, dia yang nyapa gue duluan dan kita saling bertegur senyum. Dia manggil gue dengan sebutan Kak. Dari situ kita kenalan secara sekilas tentang pekerjaan kita dan alasan kenapa kita hadir di acara Google Cloud Summit. Gue nyampain kalau gue dateng karena gue penasaran sama acara ini dan karena gue suka hal-hal tentang IT. Sedangkan alasan dia ini agak spesial. Dia bilang kalau dia dateng ke acara ini karena disuruh sama Google nya buat dateng, bahkan akomodasi dia ditanggung sama Google. Woow! 

Jadi, nama dia adalah Vero, Veronica Putri Anggaini, seorang muslimah alumni Development Student Club Leader Google dan masih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan sama Google. Dia pembuat aplikasi android maniak dan pinter ngoding. Vero ini udah banyak keliling kota untuk mengisi workshop dan bahkan keliling negara untuk mengikuti workshop yang ditanggung akomodasinya sama Google. Widiih.. keren kan..

So guys, hal yang bisa kita pelajari dari Vero adalah bahwa bagi seorang muslimah, berpakaian syar'i itu bukan penghalang untuk menjelajah dunia, juga bukan penghalang buat meraih impian dan cita-cita.. πŸ˜‰
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

#8. Ibu Yani (The Strongest Single Mom-Driver at Bekasi Station)
Jika kebetulan saya gak pulang bareng dengan kakak, saya pulang naik angkot dari Stasiun Bekasi ke rumah. Setiap keluar dari pintu tapping, saya sering melihat tukang ojek stasiun yang udah siap-siap berdiri nawarin jasanya, "bu ojek bu, pak ojek pak, mba ojek mba...". Hal yang uniknya adalah saya sering ngelihat tukang ojek yang pakai kerudung, alias ibu-ibu. 

Kala itu, saya kebetulan pulang lembur dari kantor. Dan ketika sampai di Stasiun Bekasi, saya masih melihat ibu itu nongkrong jadi tukang ojek, padahal waktu itu menunjukkan pukul 20.35 WIB. Karena saya penasaran dan memang pengen tau sama ibu itu, saya memutuskan untuk pulang naik ojek bersama ibu itu. Diperjalanan, saya ngobrolah dengan ibu itu. Namanya Ibu Yani, seorang tukang Ojek yang juga ibu tunggal bagi anak-anaknya yang masih sekolah dan kecil. Ibu ini nongkrong di stasiun sebagai tukang ojek dari pagi sampai malam. 

Kurang lebih sudah 2 tahun Bu Yani ditinggal oleh suaminya yang lebih dulu menghadap Sang Ilahi. Sehingga dia berjuang mencari nafkah sendiri untuk keluarganya. Bu Yani ini lihai banget bawa motornya, bisa ngebut, tapi tetep hati-hati. Keren deh pokoknya kalau bawa motor. Gak seperti emak-emak lain yang belok kanan tapi lampu sent ke kiri wkwk😁

Nah, coba kita renungi guys, kalau masih ngeluh sama keadaan, gak bersyukur sama apa yang udah didapet, coba deh inget Bu Yani. Kita pasti malu.. saya juga malu waktu itu. Secapek-capeknya saya kerja, pasti dibayar bahkan dibayar lebih kalau lembur. Sedangkan Bu Yani? Bisa jadi lembur sampai malam pun gak ada orang yang naik ojek, dan belom tentu beliau dapat upah dari hasil capeknya sendiri. So, makanya kita harus banyak bersyukur guys...πŸ˜₯
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Itulah rangkuman orang-orang unik yang saya temui di Tahun 2018. Saya mau ucapkan terimakasih kepada ke delapan orang ini karena sudah memberikan inspirasi sederhana dalam hidup. Semoga di Tahun 2019, saya bisa bertemu dengan orang-orang baru yang unik πŸ˜€

Comments