COVID-19 : Perkuat Imun, Perkuat Iman


Saking bahayanya penyebaran virus COVID-19 yang lagi mewabah akhir-akhir ini di Indonesia (ya sebagian besar belahan dunia juga sih sebenarnya), pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan kepada para pelajar, mahasiswa dan hal lainnya yang terkait dengan dunia pendidikan dan pengajaran untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di rumah dengan media online. Karena kebijakan itu, hampir semua ponakan gue yang masih sekolah, mereka akhirnya pada belajar di rumah, video call sama gurunya buat setor tugas, dll. Nah, buat para pekerja, mereka pun juga kena imbas dari kebijakan ini. Gara-gara COVID-19, mereka dihimbau untuk melakukan WFH, alias work from home

Sebagai jomblo yang masih memegang predikat sebagai pekerja (yaelah.. haha), sampai Jum'at, 20 Maret 2020, gak kerasa ternyata udah sekitar 5 hari gue jalanin WFH. Jujur buat gue sendiri, kebijakan WFH ini seolah membuat gue bernostalgia dengan bidang pekerjaan kreatif gue 3 tahun lalu. Mungkin bisa dibilang WFH ini mirip kaya kita berperan sebagai remote worker. Gue masih inget, dan akan selalu gue inget, 3 tahun lalu, waktu jamannya gue garap bisnis desain gue, remote working dengan client entah dimana posisi mereka udah menjadi hal biasa yang menyenangkan. Pesanan desain gue terima by call/WA messenger/email, gue kerjain orderan dirumah sambil rebahan, abis itu penghasilan masuk aja ke rekening. Haha, se-enak dan se-santuy itu 😁 wkwk

WFH atau remote worker membosankan? Tambah mager? BIG NO!
Jadi remote worker bagi gue sendiri berdampak sangat positif. Karena, dengan bekerja jarak jauh bisa membuat gue lebih bijak dan lebih produktif dalam mengeksekusi waktu. Kalau misal gue 8 jam kerja dikantor, yaa mungkin dalam waktu sebanyak itu gue cuma bisa menyelesaikan target pekerjaan yang udah jadi beban tugas gue. Beda ketika 8 jam menjadi WFH, selain gue bisa menyelesaikan beban tugas gue yang utama, disisi lain waktu tersebut bisa gue gunakan untuk menulis konten di web gue, mengasah hobi gue terkait fotografi dan ngedit video, olahraga, bantu emak beres-beres rumah, dll. Banyak hal variatif lain yang bisa kita lakukan ketika WFH, ya gak? Lo bisa alokasiin waktu buat olahraga tiap pagi sebelum beraktifitas, lo bisa bantuin orangtua dulu dirumah, buat emak-emak karir pun mereka akhirnya bisa mengurus anak-anaknya terlebih dahulu, dan hal terpenting adalah Lo bisa lebih khusuk dan teratur buat ngerjain ibadah sunnah/tambahan lainnya.

"selalu ada hikmah dari setiap hal yang terjadi dalam hidup"
kalimat itu emang bener banget sih, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian hidup teruatama dari COVID-19. Salah satu pelajaran yang gue ambil, ya dari WFH itu. Bener-bener ngubah habits orang-orang. Kita jadi lebih produktif ketika dirumah, ya kan? Yang biasanya rumah dijadikan ruang untuk melepas lelah dan rehat dari aktifitas diluar, sekarang rumah adalah tempat yang paling produktif, Orangtua bekerja bersinergi dengan anak-anak yang belajar. Udah gitu dengan kejadian COVID-19 ini, setiap orang-orang akhirnya menerapkan hidup lebih disiplin dalam hal kebersihan dan kesehatan. Dikit-dikit cuci tangan, bersih-bersih, rajin mandi, rajin olahraga, minum vitamin, rajin makan buah, makan makanan bernutrisi, wow kereeen!! semua orang jadi saling memperkuat imun berjamaah 😊

Selain itu, pelajaran yang terjadi diluar rumah dengan adanya COVID-19 ini adalah pemerintah jadi ter-challenge untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan kualitas kesiapsiagaan mereka dalam mengahadapi wabah global. Cara interaksi sosial masyarakat kita pun sekarang ada sedikit perubahan, dimana cara menyapa/bersalam dengan sesama dilakukan dengan gaya salam lebaran tanpa menyentuh satu sama lain. Luar biasa efeknya ya? COVID-19 membuat sesama manusia terutama yang bukan mahrom buat saling menjaga dengan jarak. Hehe. Di transportasi atau tempat umum, angka pelecehan seksual secara fisik terhadap wanita pun bisa jadi menurun (mungkin), karena semua orang berusaha jaga jarak (1 meter) satu sama lain.

Sumpah, kita itu lemah cuy..
Gue sempet cari-cari informasi terkait COVID-19 ini, kayak apa sih dia? Dari laman website yang gue baca, COVID-19 atau dikenal dengan sebutan virus corona ini diambil dari bahasa latin artinya mahkota. Emang bentuk virus corona kaya mahkota? Katanya, bentuk mahkota pada corona berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus. Protein S ini mirip kaya anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S itu juga yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan. Dikutip juga, virus corona secara umum berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Gileee nanometer cuyy! Kagak keliatan dengan kasat mata!

Gue juga jadi inget pas hari Rabu, 18 Maret 2020, sore atau malem gitu, Metro TV menayangkan acara yang ngejelasin perbedaan bakteri ama virus, dan gimana sih bentuk si COVID-19 diliat dari mikroskop elektron. Nah, gambar virus COVID-19 yang mungkin kita lihat di internet, itu sebenarnya gambar virus yang udah diilustrasiin supaya keliatan bentuk nya kaya gimana, atau ibaratnya, dikasih warna biar orang bisa bedain COVID-19 dengan virus lainnya. Yang aslinya, kata ahli laboratorium yang muncul tuh di Metro TV, virus corona kalau dilihat dari mikroskop elektron dengan pembesaran ribuan kali, itu cuma keliatan putih dan bulat aja. Abis tu, pewarnaan dilakukan supaya bisa memudahkan dalam mengidentifikasi. See, guys? betapa lemahnya manusia kan? Saat ini kita benar-benar dilemahkan sama virus yang ukuran kecil banget dan hampir gak keliatan.

Kita bisa!
Tuhan tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan kita [QS.2.285]. Ketika kita diberikan ujian, sebenarnya pada saat yang bersamaan, Tuhan juga beri kita kemampuan. Tinggal kita mau memaksimalkan usaha dan potensi atau nggak. Mau gagal atau lulus? Itu pilihan. Saat ini, Indonesia lagi diuji dengan COVID-19, gue yakin kita semua mampu menghadapinya. Asalkan kita sama-sama bersungguh dalam berupaya dan berharap. Selagi negara lagi berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kita sebagai masyarakat juga harus turut bantu dengan konsisten social distancing, konsisten jaga kebersihan dan kesehatan, dan gak ketinggalan adalah selalu minta perlindungan sama Allah yang Maha Kuasa.

Yaa karena, corona is just something, we're all nothing, and Allah is almighty over everything.
Selagi kita perkuat imun, yang terpenting adalah kita juga perkuat iman 😊


Comments