Sebuah Prioritas

Lagi-lagi, menulis tentang keresahan hidup pada dasarnya adalah mengingat dan mencatat tentang apa-apa yang harus diperbaiki dalam diri. Yap, ini berkaitan dengan salah satu hal yang mau gue tulis sekarang; sebuah prioritas.

Setiap orang pasti punya sesuatu yang mereka prioritaskan dalam hidup. Entah itu cita-cita, karir, waktu, keluarga, atau mungkin harta. Gue tidak menyalahkan bagi mereka yang lebih mengutamakan mimpinya, karirnya, keluarganya, quality time nya, dll. Gue gak ada masalah dengan mereka. Cuman kalau misal gue berada didalam posisi mereka, seperti yang gue sebutkan tadi, gue akan sangat merasa resah. Ibaratnya, ketika gue mementingkan/memperjuangkan sesuatu, tanpa didasari dengan hal yang seharusnya gue prioritaskan paling tinggi, hidup tuh hampa dan gak tenang, asli. Pernah ngerasain hal yang sama?

- teteh, lagi jemur sambil tadarrus -

Dalam setiap kesempatan pulang ke kampung, gue selalu bercerita sama Ibu (Mamah) tentang keresahan hidup. Yaa.. cerita tentang keresahan gue terhadap pekerjaan, perilaku orang-orang, dan masa depan. Jujur, bisa dibilang, semua yang gue ceritain ke Ibu isinya adalah keluhan-keluhan dari banyaknya rentetan episode hidup yang gue jalani. Setiap cerita keluhan yang disampaikan ke Ibu, Ibu selalu mendengarkan dengan baik, tidak memotong, dan diakhiri dengan nasihat yang menenangkan: "hidup harus banyak bersyukur dek. Sebanyak apapun masalah yang dihadapi, kita itu posisinya lebih beruntung daripada orang lain. Berdo'a terus, minta sama Allah, jangan lupa sholat dhuha dan malamnya harus konsisten". Ke siapapun, mau ke abang atau teteh, Ibu selalu mengingatkan untuk utamakan Allah, utamakan Allah. Sebuah prioritas yang seharusnya dipaling utamakan dari apapun.

Guys, gue yakin, bagi kita yang punya banyak aktivitas yang harus dilakukan, entah sibuk kuliah, sibuk kerja, atau sibuk lainnya terkait keduniawian, sejenak atau bahkan sering, kita khilaf dan lupa sama prioritas hidup yakni meraih ridho Allah. Pernah merasakan yang sama?

Maka dari itu, yuk sama-sama perbaiki diri, lurusin kembali prioritas utama kita. Biar hidup terasa tenang dan berkah dunia akhirat. Kita bisa mulai dengan memperbaiki kuantitas dan kualitas quality time kita dengan Allah, dengan cara:

-tepat waktu. dalam banyak dan padatnya tugas pekerjaan serta agenda rapat, kita biasakan untuk izin undur diri sebentar untuk shalat. Kalau paaas banget, bentrok dengan waktu shalat, tunda dulu urusannya sebentar

-tertib, tidak terburu-buru. nikmati dan jalani dengan khidmat waktu kita ketika menghadap Allah pas shalat. Gak lama kok shalat itu, jadi kita gak perlu terburu-buru ya guys😊,, tuma'ninah lah.. 

-sampaikan harapan dan keinginan. berdo'a juga jangan terburu-buru, sampaikan semuanya sama Allah, sampaikan syukur, mohon pengharapan, perlindungan, keselamatan, kelancaran dan keberkahan atas aktivitas yang dijalani..

-khiasi dengan yang lain. ibadah sunnah itu penghias amal. kita tidak tahu apakah amalan wajib kita itu udah sempurna terlaksana atau ngga. jadi, yuk kita sempatkan untuk menjalankan ibadah sunnah yang lain; dhuha, tahajud, atau rawatib..

yuk sama-sama mulai perbaiki kualitas ibadah dari shalat😉 ibadah yang lainnya juga bisa diperbaiki berbarengan, insyaAllah kita semua bisa.. ganbatte !!

Kalau kata orang, hidup banyak masalah ya karena kita ibadahnya bermasalah. Apalah artinya kita mengejar dan lebih dekat dengan dunia, bila Sang Pencipta kehidupan dunia saja kita nomor sekiankan. Iya gak? Kehidupan itu bukan tentang hari ini lho, ada masa depan yang lebih kekal. Yuk kita persiapkan dengan baik.. 😉

Comments