#30MapTutorialsChallenge Part 1 : Pemanfaatan Eksisting di Perairan Pesisir

Dibalik penampakkan laut yang terlihat sepi dan menenangkan, sebenarnya kalau kita mau menganalisis secara spasial, laut itu ramai banget lhoo guys. Ramai sekali dengan berbagai kegiatan, dan kepentingan #ehh😁. Ruang laut milik kita bersama ini, banyak digunakan oleh berbagai macam kegiatan, baik kegiatan yang menetap atau tidak menetap. Nah, dari sekian banyak kegiatan yang ada di ruang laut, kita akan menemukan lebih mudah dan bervariatif di perairan pesisir. 

Apa sih perairan pesisir itu? Berdasarkan UU No 1 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, dijelaskan bahwa Perairan pesisir adalah laut yang berbatasan dengan daratan meliputi perairan sejauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari Garis Pantai, perairan yang menghubungkan pantai dan pulau-pulau, estuari, teluk, perairan dangkal, rawa payau dan laguna.

Terkait kegiatan yang berada di perairan pesisir, secara umum yang sering kita lihat dan temukan adalah kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan, kegiatan kepelabuhanan, budidaya, dan wisata bahari. Nah, kegiatan tersebut bisa kita temukan dengan persepketif kita terhadap perairan pesisir secara horizontal. Adapun secara vertikal, perairan pesisir merupakan area 3D dimana kita bisa membagi menjadi 3 ruang, yakni permukaan, kolom perairan, dan dasar laut. Pada permukaan perairan, kita bisa menemukan kegiatan pelayaran, lalu lintas kapal, kegiatan penangkapan ikan, dll. Pada kolom perairan, kita bisa menemukan kegiatan wisata bahari (penyelaman), kegiatan penangkapan ikan untuk ikan-ikan pelagis besar, dll. Pada dasar perairan, kita bisa menemukan kegiatan pertambangan offshore, penggelaran pipa dan/atau kabel bawah laut, kegiatan penangkapan ikan untuk jenis ikan demersal, pengerukan, labuh jangkar, dll.

Metode sederhananya, memetakan pemanfaatan eksisting di perairan pesisir dapat dilakukan dengan cara:

1. Interpretasi Citra

Data citra yang bisa digunakan (secara free access) yakni citra Google Earth. Untuk citra resolusi tinggi seperti citra SPOT, atau citra resolusi sangat tinggi seperti Quickbird, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyediakan data yang dapat kita akses di Katalog Inderja LAPAN. Untuk mengunduh lebih lanjut, Citra satelit resolusi rendah dan menengah dapat diperoleh oleh pengguna secara bebas melalui katalog MODIS LAPAN dan katalog LANDSAT LAPAN atau dengan mengajukan permintaan resmi ke Pustekdata. Sementara untuk citra satelit resolusi tinggi (CSRT) dan sangat tinggi (CSRST), kita harus melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan, antara lain surat permohonan dari pejabat yang berwenang (setingkat Eselon-2), dan persyaratan lainnya. So, bisa dicek di webnya yaa😉

2. Survei Lapang

Mengidentifikasi pemanfaatan eksisting di perairan pesisir dengan survei lapang bisa dilakukan setelah kita melakukan analisa secara singkat dengan interpretasi citra. Mengapa kita perlu untuk melakukan interpretasi citra terlabih dahulu? Karena dengan mengolah citra, kita dapat menandai dan mendapatkan koordinat untuk beberapa objek/lokasi yang akan di kroscek dilapangan. 

3. Menghimpun Data dari Instansi

Intansi yang berfokus pada program kegiatan yang berada di bidang kelautan dan perikanan, tentunya memiliki data mengenai kegiatan yang telah/sedang berlangsung di perairan pesisir. Intansi yang bisa dituju untuk memperoleh data pemanfaatan eksisting di perairan pesisir adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Tentunya, mungkin ada instansi lain yang berkaitan dan juga memiliki data pendukung lain terkait pemanfaatan eksisting di perairan pesisir, namun untuk mengawali, maka dapat dimulai eksplorasi data ke dua intansi tersebut. 

4. Collaboration Mapping

Untuk beberapa perairan pesisir yang ingin kita ketahui pemanfaatan eksistingnya yang dilakukan oleh masyarakat, kita bisa melakukan pemetaan kolaborasi. Tentunya, pemetaan kolaborasi ini juga perlu didahului dengan interpretasi citra, agar kita dapat dengan jelas menggambarkan daerah mana yang masih terdapat missing info dan perlu masukan dari pihak lain. Pemetaan kolaborasi ini sangat amat membantu memperkaya informasi data dan peta yang tidak kita dapatkan baik melalui penelaahan citra atau data dari instansi.

Manfaat dari pemetaan eksisting di perairan pesisir adalah kita dapat menganalisa isu yang sedang berkembang dilapangan, mengetahui indikasi konflik pemanfaatan ruang, dan merumuskan perencanaan ruang yang lebih baik.

Kamu bisa memilih salah satu dari cara tersebut yang paling mudah, atau dapat mengkolaborasikan beberapa cara agar data yang kamu peroleh lebih lengkap dan detail. Selamat mencoba guys!😉

contoh ilustrasi peta pemanfaatan eksisting di perairan pesisir


Comments