Xie Xie Xiao

Dear My First Xiao,

aku tau ini seperti berlebihan, dan mungkin orang lain yang membaca akan berpikir hal yang sama. Tapi, aku menulis ini karena memang aku menghargai sebuah kerja keras. Dan kamu, adalah benda pintar pertama yang aku dapatkan karena kerja kerasku. 

Aku yakin memilihmu di pertengahan Februari 2018 sebagai partner yang akan membantu dan sedikit memudahkan urusanku, dan tulisan ini adalah sebuah apresiasi untukmu yang telah menemani perjalananku selama kurang lebih 3 tahun lamanya. 

Orang lain banyak yang menilaimu jelek, etos kerjanya buruk dan tidak bisa diajak untuk gesit. Tapi entah kenapa aku bisa menerima ke-serba kekuranganmu yang banyak itu. Aku menyadari bahwa kamu memiliki banyak kekurangan, namun aku pun tetap bangga menggenggammu di tanganku, karena aku tahu kelebihanmu daripada yang lain. Kamu hitam kelam, sesuai warna kesukaanku untuk barang elektronik. Kamu ramping dan tidak berat untuk dibawa kemanapun. Aku tidak pernah mempermasalahkan lensa depanmu yang buruk, karena aku tidak begitu suka untuk swafoto. Aku juga tidak mempermasalahkan lensa belakangmu, entah, padahal aku suka sekali mengabadikan momen. Intinya aku menghargaimu dengan apa adanya, karena kamu adalah hasil kerja kerasku.

Kamulah yang sering aku repotkan ketika banyak tugas kantor yang masuk melalui pesan whatsapp. Kamu juga sering aku sibukkan untuk menerima banyak panggilan ketika orang-orang lain meminta konfirmasi hadir dalam rapat-rapat yang diadakan tempat kerjaku. Kamu dengan kemampuan Artificial Intelligence mu lah yang merekam jejak belanjaan apa yang ingin aku beli, kepada siapa aku sering berkirim pesan, siapa saja orang-orang menyebalkan yang sering mengganggu weekend-ku, dan lain-lain.

Xie Xie Xiao..

Terimakasih telah menemani perjalananku selama 3 tahun ini ke berbagai belahan bumi Indonesia. Dimulai dari perjalanan ke perbatasan Indonesia di Kalimantan Utara, kamu berhasil merekam lengkap menara suar sebagai tanda titik dasar Indonesia di perbatasan perairan dengan Malaysia. Aku berhasil merekam petualanganku, membuat video timelapse, dan mengambil berbagai foto keren yang aku rekam dengan lensamu. Saat itu aku sadar, kamu bisa beradaptasi dengan keadaan di lapangan, meski terik, bateraimu tidak lantas juga ikut panas.

Terimakasih telah menemani perjalananku mendaki di Puncak Padar, berjalan bersama tracking di Pulau Komodo dan menikmati indahnya sunset di balik Pulau Kukusan Besar. Kamu telah menemani beberapa kali perjalananku ke Labuan Bajo, terdampar di Taka Makasar, melipir di Pulau Kenawa, menikmati indahnya landskap Bajo dari Bukit Sylvia, dan semilir angin segar di Pantai Pede dan Waecicu. Kamu juga yang dua kali menemani pengapnya bernafas di dalam Gua Batu Cermin dan sejuknya air di Gua Rangko.

Terimakasih bahwa kamu telah selalu bisa berkoordinasi baik dengan si Anon, hingga kolaborasimu berhasil membuatku dapat mengabadikan Gunung Pangrango, Gunung Salak, Gunung Wayang, dan bukit paralayang di Capolaga.

Terimakasih telah menemani perjalanan singkatku ke Medan. Aku tahu saat itu aroma screen-mu tercampur dengan wangi durian ucok. Terimakasih juga telah beroperasi dengan baik ketika kita terburu-buru ke Kota Siger seharian lalu kita balik lagi ke Jakarta dihari yang sama. 

Terimakasih tetap ringan kubawa dan kamu tidak pernah terpeleset dari tangan meski kita menyeberangi Teluk Bintuni, mengabadikan Cagar Alam yang terhampar indah nan hijau, bertemu dengan masyarakat hukum adat, dan menikmati kepiting Babo.

Terimakasih bahwa kamu tetap stabil meski dalam beberapa hari aku mengajakmu melihat Laut Andaman dan membawamu ke monumen 0 Km Indonesia di Pulau Weh, Sabang. Kamu pun yang dalam seharian bisa tetap on meski aku ajak keliling melihat Museum Tsunami, Museum Kapal Terdampar, Rumah Cut Nyak Dien, dan maghriban di Masjid Baiturrahman. 

Terimakasih tetap cool ketika menemaniku berlibur beberapa hari ke Belitung, menikmati island hopping, panas-panasan di Danau Kaolin, berangin-angin di Gosong Bugis, dan mengitari pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang.

Terimakasih telah menemani perjalanan terombang-ambing dengan arus laut saat kita menaiki speed ke Raja Ampat. Hebatnya GPS mu tetap menyala meski kita berada di tengah-tengah Selat Dampier.

Terimakasih telah menemani perjalanan singkat ke Mataram untuk beberapa hari menyelesaikan tugas. Aku tahu kamu dihari itu juga ikut-ikutan sibuk karena aku harus menghubungi banyak orang.

Terimakasih telah menemani perjalanan ke Kota Musik, Ambon manise. Menikmati segarnya rujak di pantai natsepa, dan mencoba sashimi asli dari tuna di Laut Maluku.

Terimakasih bahwa kamu bisa diajak kerjasama ketika kita menikmati petualangan ke negeri Kalwedo, belajar bersama nelayan disana, dan memancing baby tuna. Aku sangat menikmati kebebesan jaringan karena kamu tidak mampu menangkap sinyal satu pun. Sejenak hidupku tenang dari berbagai tugas dan deadline pekerjaan.

Sekali lagi Xie Xie Xiao..

aku tidak mampu menyebutkan semua daerah dan berbagai tempat yang pernah kita kunjungi bersama. Yang jelas, semenjak kamu jadi partnerku, level local guide GMaps ku meningkat menjadi Level 6 dengan total 22.537 views atas review foto yang aku abadikan dengan lensamu. Kamu adalah gawai pintar dengan penuh memori dan petualangan.😊

Comments