SPIRITUAL JOURNEY #1 : MERINGANKAN PIKIRAN, MEMBESARKAN HATI

Kurang lebih sekitar 10-11 tahun yang lalu aku mengenal beliau. Seorang ekstrovert yang ceria, humble, easy going, cheerful, dan yang lebih keren adalah dia seorang pemberani, petualang yang nekat tapi siap nerima resiko. Jujur aku belum pernah melihat langsung bagaimana saat dia menghadapi kesulitan dan terpuruk, namun yang pasti, berada dekat dia, positive vibes-nya nular banget, dan bisa nge-boost semangat dan positive thinking menjadi 2x level up. Ini beneran lho, hehe

Selama belasan tahun kenal, aku belum pernah mengunjungi rumahnya. Spoiler info yang dia beritahu dulu, rumahnya ada di Desa Cikoredas, kurang lebih 5-6 Km dari rumahku. Jaauuhh lah pokoknya hehehe. Intinya Desa Cikoredas ini berada lebih dekat dengan kaki Gunung Wayang. Medan yang harus dilalui adalah menyusuri pedesaan, persawahan, perkebunan, dan pemandangan indah.

salah satu pemandangan jalan menuju Cikoredas

Nah, alhamdulillahnya, beberapa hari lalu memang aku memiliki kesempatan untuk ada di Sukabumi agak lama. Karena biasanya cuman 1-2 malam, setelahnya balik lagi ke Jakarta. Sebari kebetulan iseng-iseng lihat potingan feed instagram, ternyata orang yang aku kenal 10-11 tahun yang lalu itu sedang berada juga di Sukabumi, dirumahnya, Cikoredas. Aku yang gak biasa beri komentar dipostingannya, seketika beri komentar dan langsung menyampaikan pesan whatsapp untuk meminta izin silaturahim menemuinya. Aku berpikir karena mumpung waktunya pas, dan Allah beri kesempatan. Dan alhamdulillah, siang hingga sore kita berbincang santai penuh hikmah.

___ "ih, berasa mimpi, Ummu tiba-tiba main ke tempat teteh"  (komentarnya, padaku)

Bagi aku, gak ada orang yang lebih spesial selain orang yang memiliki cara dan kedekatan tersendiri dengan Tuhan-Nya. Karena, setiap insan punya jalan dan cara masing-masing dalam memantapkan keimanan. Orang yang kaya gitu tuh langka, susah dicari. Dan ketika tahu apalagi kenal siapa orangnya, pasti aku hubungi, entah melalui apapun, apalagi bila memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dan berbincang. wah, i would love to, dan pastinya akan menambah values yang bermanfaat. Teh Mbi adalah salah satu orang yang spesial, makanya penting aku temui ketika sempat, meskipun dadakan. Punten dan haturnuhun ya Teh Mbi..😊

Aku berkunjung ke rumah Teh Mbi dengan sengaja sambil ngajak ponakan perempuanku yang bentar lagi mau masuk SMA. Supaya ia juga banyak ambil pelajaran dari Teh Mbi. Dan, tentunya, memang, sedari satu SMA, banyak pembelajaran yang aku dapat dari Teh Mbi, dari mulai semangat belajar, kemandirian, optimis, semangat memperbaiki diri, dan tentang bagaimana "menjaga" namun tak kaku. Hehe. 

Setengah hari bincang-bincang santay dan faedah bersama Teh Mbi, intinya pembelajaran yang aku dapat ambil adalah bahwa salah satu cara agar kita bisa enjoy menjalani lika-liku hidup adalah dengan MERINGANKAN PIKIRAN dan MEMBESARKAN HATI.

Seberat apapun prasangka dan praduga tentang kehidupan yang akan dijalani, sebenarnya akan mudah kita lalui dengan pikiran yang lapang dan ringan. Meringankan pikiran ini butuh latihan menentukan mindset dan pola pikir, gak otomatis sebenarnya. Namun, sebenarnya hal itu akan mudah kita dapatkan kalau kita senantiasa melapangkan hati tatkala menautkan kebaikan dengan apa-apa yang Ia ridhoi. Sederhananya, bila ada ajakan atau seruan akan kebaikan, jangan pernah menahannya apalagi menghadangnya, karena yang harus kita latih untuk lakukan adalah menerimanya dengan tangan terbuka, menyambutnya dengan hati yang lapang, serta  menautkan pikiran dan keyakinan bahwa Allah akan tunjukkan jalan dan kemudahan.

(hehe, agak susah mendeskripsikan dengan tulisan guys, bila mau tau jelasnya, kapan-kapan kita bincang berfaedah bersama)

--

Sekian

Comments

  1. Masya Allah tabarakallah. Jzkmllah Khoiron Katsir sudah bertamu ke rumah Teteh y Ummu sayang. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa menjaga selalu diri-diri kita, yang sedang berjuang Istiqomah mengerjakan kebaikan

    ReplyDelete

Post a Comment