SPIRITUAL JOURNEY #2 : GROWING RELATIONSHIP WITH _ _ _

Pada manusia, kita mampu mencari celah untuk bisa meningkatkan frekuensi temu, meluangkan selapang-lapangnya waktu dalam padatnya aktifitas, hingga menyusahkan upaya meski dalam kesempatan yang sempit.

Pada manusia juga, kita mampu menyuguhkan versi diri yang lebih baik bahkan berupaya untuk menjadi seterbaik mungkin, memaksakan diri untuk melampaui keterbatasan, bahkan menempatkan harap sedalam itu hingga cinta tumbuh karena sadar butuh. 

Kita memampukan semua hal itu dan se-effort itu jaga relasi dengan manusia, namun dengan-Nya, mengapa berbeda? 

-------------------------------------------------------------------------------------

Sedikit flashback kejadian di suatu hari. Aku pulang dari kantor sekitar pukul 15.15 WIB. Jam-jam segitu memang waktunya orang-orang di kantorku pulang, terutama bagi mereka yang pulang menggunakan bis antar-jemputan kantor. On time banget, kalau beberapa menit telat, ya ditinggal. 

Kalau aku pulang naik jemputan, kurang lebih sekitar 50 menit baru bisa sampai ke tempat penitipan motor, berarti sekitar 16.05 WIB. Setelah itu, untuk tiba sampai rumah, aku lanjut bawa motor sekitar 10-15 menit. 

Dikarenakan pas jam pulang dari kantor tadi aku belom sholat ashar, ditengah perjalanan menuju rumah, aku mampir di Masjid Jami Al Fattah. Masjid Al Fattah memang masjid yang nyaman untuk singgah, ubinnya adem, tempat wudhu antar laki-laki dan perempuannya pun dipisah, selain itu tiap sore suka diramaikan oleh anak-anak yang mengaji iqro dan belajar al-qur'an.

Biasanya kalau mampir di Al Fattah, yaa feel nya biasa aja gitu, sholat - berdo'a agak singkat - setelah itu lanjut berangkat, balik ke rumah. Tapi gak tau kenapa, di sore hari itu ngerasain feel yang beda. Yang biasanya kelar do'a langsung cabut balik, tapi di waktu itu, sejenak termenung ngeliat kaligrafi asmaul husna yang ada di dinding kubah masjid. Aku nengok ke atas kubah nyari-nyari kata-kata awal asmaul husna (Ar Rahman-Ar Rahim) ada disebelah mana, sedikit agak bingung soalnya bentuk kaligrafinya bulat memutar.

Sebari nyari kata Ar Rahman-Ar Rahim (Maha Pengasih dan Maha Penyayang), dan sambil juga diiringi suara semangat anak-anak yang menghafal surah-surah pendek al-qur'an, tiba-tiba hati merasa terpotek, mata mulai berair pengen nangis😭. Dalam diam aku menegur diri sendiri: "ironis banget sih kamu, yang kamu lakuin seolah bertanya dan mencari dimana kasih dan sayangnya Allah, padahal segala hal dalam kehidupan yang kamu lalui dan raih hingga detik ini, Dia semua yang menjamin"

Ya Rabb, bener-bener kayak tamparan buat diri sendiri. Teringat bahwa ketika aku menginginkan dan membutuhkan sesuatu, aku bersimpuh haru, pecah tangis penuh harap dan pasrah. Namun dalam suatu waktu, ketika masalah telah Allah bantu untuk selesaikan, aku malah merasa biasa karena tergesa dengan urusan dunia. 

Aku merasa dan menyadari bahwa apa yang aku persembahkan ke Allah selama ini tuh berbeda. Dalam hitungan waktu sehari aja bisa beda. Feel nya do'a di sholat shubuh bisa syahdu, beda dengan feel pas sholat dzuhur, apalagi kondisi pas lagi di kantor, atau di luar misalnya, seolah diri diburu-buru waktu, padahal mah yaa ngga jugaa. Feel nya akan beda juga ketika aku punya masalah yang gak tau harus gimana lagi ngadepinnya, aku memohon sama Allah dengan waktu yang lama sambil nangis-nangis, tapi kalau masalah udah kelar, keadaan diri lagi happy, boro-boro lama do'anya😞. Ternyata kondisi iman masih selabil itu. Astagfirullah... 

Duh bener-bener deh, kadang kalau dipikir-pikir, kita tuh bisa mau se-susah payah itu buat jaga hubungan ama manusia. Tapi perkara jaga hubungan sama Tuhan sendiri, effort-nya kok malah alakadarnyaa gitu. Setiap kali dikecewain, disakitin ama manusia aja kita bisa berupaya gimana caranya bisa kembali harmonis lagi itu relasi. Ini sama Allah yang sama sekali gak pernah nyakitin kamu, yang justru malah memberi kemudahan hidup, memberi rezeki, memberi berkah, menerima maaf dari semua dosamu yang berjibun, mengabulkan pinta dan harapmu, yang tak terhitung kasih sayang dan rahmat-Nya, kok malah CUEK? 😢

kaligrafi asmaul husna di Masjid Al Fattah

Jadi teringat dengan perkataan seseorang. Dia pernah bilang gini:

"Allah tuh pasti ngasih petunjuk kepada hamba-Nya untuk kembali mendekat dan lebih dekat, Mu. Saat kita merasakan diri dan hati kita seperti ada yang menyentuh (dapet signal) untuk come closer to Allah,  sambut dan gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, ya."

Deep banget. 

Yaa, pada intinya kejadian saat itu jadi reminder alias tamparan ke diri sendiri yang sok sibuk ini. Padahal mah apa atuh, apa yang mau lu kejar sih Mu.. etdah. Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni...

Mari kita terus jaga dan tumbuhkan kedekatan dengan Sang Pencipta kawan. Dimanapun, kapanpun, lagi sama siapa pun, sesibuk apapun.  

Comments