KRITERIA PARTNER HIDUP

manusia tuh seringnya lupa sama pikirannya sendiri, lupa ama prinsipnya sendiri, lupa dengan rencananya sendiri, dan lupa-lupa yang lainnya. Salah satunya gue. Yee kan gue juga manusia yakk..😁 jadi so pasti suatu saat, atau bahkan sering, gue mengalami lupa. Website pribadi ini juga dibuat untuk catatan hidup gue sendiri, buat pengingat cerita, bahwa gue pernah malas, pernah patah hati, pernah rapuh, pernah semangat, pernah terinspirasi dengan banyak hal, dan pernah-pernah lainnya.

tulisan kali ini menurut gue penting sih, gue perlu tulis biar gue gak lupa. Karena kadang kalau gue ditanya "kaya gimana sih kriteria teman hidup, lu?" , gue ngerasa kurang terkonsep aja kalau harus jelasin pake ngomong langsung, karena gue tuh pikirannya random, loncat-loncat, seringnya kalau ngomong tuh lupa alur pikir jadinya gak terstruktur wakakakk. Jadi, semisal nanti ada someone yang mau tau kriteria partner hidup versi gue, gue tinggal kasih link web ini, dan gue gak perlu panjang lebar fafifu wasweswos Haha. Jadi hey Kamu, yang suatu saat jadi partner sayah, tolong baca tulisan ini baik-baik, dengan seksama, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya! 😁

1. Good Relation dengan Allah

gue pengen punya partner hidup yang dia punya "kemandirian dan kesadaran butuh pada Allah" dan mudah/bisa merasakan manisnya iman. Yang senantiasa terus improve dan kasih terbaik buat TuhanNya. Gue pasti bakal tanya "sedekat apa kamu sama Allah, dengan cara apa aja kamu maintain supaya keep in touch dan stay close sama Dia?". Ini perkara paling utama dan penting sih, jadi kalau yang jawab keliatan ragu dan bingung, atau justru gak bisa explain, maaf Kamu bakal Saya skip yah πŸ˜„..


2. Sayang dan Dekat dengan Keluarga

keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang, bercerita dan support system paling utama ketika kita baru pertama lahir di dunia, terutama orangtua. Bounding dengan anggota keluarga dan menghabiskan waktu bersama mereka adalah hal yang paling utama dibandingkan menghabiskan waktu dengan teman-teman. Family come first. Gue pengen punya partner yang sayang dengan orangtua, sayang dengan keluarga, dan kita satu sama lain bisa saling support keluarga, damai dan erat karena ukhuwah tentunya. 


3. Sadar Peran dan Bantu

ketika sudah berkeluarga, masing-masing dari laki-laki atau perempuan tentunya punya peran penting yang khas. Bagi laki-laki, tentu peran dia adalah sebagai suami, sebagai Qowam, sebagai Ayah, dan sebagai teman hidup bagi istrinya. Bagi Perempuan, tentu peraan dia adalah sebagai istri, sebagai Ibu dan pengurus rumah tangga, dan sebagai teman hidup bagi suaminya. Keduanya harus saling membantu agar bisa menjalankan dengan baik peran tersebut. Gue pasti bakal tanya "Kamu akan menjadi suami seperti apa? dan Ayah seperti apa bagi anak-anakmu?" . Kalau yang jawab keliatan ragu dan bingung, atau justru gak bisa explain, maaf Kamu bakal Saya skip yah πŸ˜„..


4. SAK (Santuy, Asyik, dan Komunikatif)

ini tuh sepaket sebenarnya, dan gue yakin semua orang punya sifat SAK, namun dengan tingkat dan kadar yang berbeda-beda. Cuman dalam perspektif dan kadar gue, maksud yang diinginkan ya seperti ini:

Santuy, artinya bisa tenang dan gak emosian dalam merespon atau menyikapi suatu hal, nggak reaktif, atau grasa-grusu. Menikmati proses dan kenyataan hidup lah, ciyee ilaah..

Asyik, artinya bisa (berusaha) enjoy dengan segala situasi, connect dengan pembicaraan dan diskusi topik apapun. Ya, kalau diajak ngobrol, orangnya gak ngebosenin lah. Karena pasti hidup tuh ngebosenin cuyy, yak kalau kitanya juga orang yang ngebosenin, jadinya ya sepet lahh idup ini.

Komunikatif, artinya terbuka dan jujur dengan partner-nya. Kalau apa-apa ya ngomong aja to the point, gak usah kode atau selalu berharap salah satu dari kita auto always paham situasi hati dan pikiran (iishhyy gak gitu laa). Karena segala sesuatu itu bisa diupayakan untuk dimengerti dan dimaklumi ASAL DISAMPAIKAN, jangan diem-dieman baee.. etdah


5. Good Planner

gue orang yang apa-apa harus di planning, apalagi suatu hal atau keputusan yang besar. Gak biasa kalau sesuatu harus dadakan atau berjalan ala kadar. Gue berharap punya partner yang perencanaan jangka menengah dan panjang nya jelas, punya perencanaan keuangan yang jelas (nggak boros tuku ina-inu), perencanaan hidup yang jelas dan terarah. Owwwh berarti lu gak 'let it flow' orangnya ya, Mu? Iya. Nggak. Sing penting let's do the best, and let Allah do the rest 😊


6. Teman Tumbuh

kita tuh sebagai manusia, pasti banyak kurangnya, pasti banyak cacatnya. Jadi perlu untuk terus tumbuh lebih baik, tumbuh lebih baik dalam hati, pikiran dan fisik. Tentunya gue berharap punya partner yang bisa bersama-sama ngupgrade diri, memperbaiki pola pikir, pola sikap, dan pola hidup. Saling terbuka dalam memberikan nasihat dan koreksi sehingga bisa bersama-sama tumbuh lebih baik dan lebih sehat.


7. Punya Tujuan Pulkam yang Sama

kita tuh di dunia cuma sementara aja. Sebaik-baiknya pasangan yang kita temukan di dunia, tentunya yang paling baik adalah yang bisa bersama-sama meraih surga. Gue berharap punya partner yang punya konsep berpikir akhirat oriented, yang paham dan punya kesadaran bahwa tindak-tanduk pilihan hidup yang diambil terintegrasi dengan masa depan hidup yang kekal. Yang tidak hanya mikir sukses dan aman saat ini, tetapi juga berpikir saat nanti kelak.


itu baru kriteria umum yah, kalau kriteria detailnya ya wawancara aja ke orangnya langsung. Nuhun.

nerawang jodoh be like😁


Comments