#30MapTutorialsChallenge Part 3 : Kedalaman Perairan (Batimetri)

Guys, ada satu hal paling utama yang sangat penting ketika kamu ingin menganalisis atau memanfaatkan ruang di laut, apa itu? Yup! Batimetri. Kalau di daratan kita bisa mengetahui tinggi rendah permukaan bumi dengan elevasi, maka kalau di laut, kita bisa mengetahui dalam atau tidaknya suatu perairan adalah dengan batimetri. Lalu, gimana caranya mengetahui sedalam apa perasaan doi sama kamu? Eits, itu bukan konteks bahasan kita saat ini ๐Ÿ˜

Kenalan dulu sama Batimetri..

Kenalan singkatnya, Batimetri adalah gambaran kedalaman laut dan disajikan dengan menggunakan garis kontur kedalaman. Terus garis kontur itu apa? Garis kontur adalah garis abstrak yang menghubungkan beberapa lokasi atau daerah yang memiliki ketinggian atau kedalaman yang sama. Bisa dipahami ya?

Ngomongin tentang kedalaman laut, ada pembagian dan istilah-istilah zonanya lhoo. Mungkin kalau buat anak kelautan kaya si gue inih udah hafal diluar kepala. preett wkwk ๐Ÿ˜œ. Apa aja tuh macam-macam kedalaman laut?

Zona Litoral 

Zona litoral ini konon lebih terkenal disebut sebagai zona pasang surut. Artinya, dia akan tergenang saat air laut pasang. Contohnya pantai, muara sungai, atau daerah pesisir yang ditumbuhi vegetasi mangrove.

Zona Neritik

Zona neritik atau zona laut dangkal adalah wilayah perairan yang terletak pada lautan dangkal (yaa kurang dari 200 meter laah) dan terletak sebelum landas kontinen. Zona neritik ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, karena kebanyakan pada zona ini kita bisa menemui terumbu karang, rumput laut atau lamun. Kok bisa kayak gitu? Yaa, karena di zona neritik ini penetrasi cahaya matahari cukup tinggi.

Zona Bathial

Zona bathial ini adalah kebalikan dari zona neritik, atau disebut sebagai zona laut dalam. Kedalaman perairan di zona bathial ini berkisar antara 200 hingga 2000 meter, WOOW. Dan pastinya kalau udah dalem banget begitu, kolom air cenderung terlihat lebih gelap dan gak tertembus oleh sinar matahari. 

Zona Abisal

Kedalaman perairan pada zona abisal ini adalah lebih dari 2000 meter, WOOW, lebih dalem dari bathial nih. Di zona periaran ini, cuma hewan tertentu yang tahan dengan kondisi ekstrem aja yang bisa hidup, contohnya tubeworm.

Seberapa penting sih data/peta batimetri?

wididi...penting banget nget nget guys! Untuk membangun sebuah dermaga aja, kita butuh data batimetri untuk menyesuaikan desain dermaga, struktur bangunan, ukuran kapal, dll. Untuk membangun sebuah pelabuhan laut, batimetri ini juga sangat penting karena kapal memerlukan kolam labuh yang sesuai dengan ukuran dan beratnya.

Darimana dapat data batimetri?

Yang pertama, tentunya dengan survei. Survei batimetri adalah survei yang dilaksanakan untuk mengetahui nilai kedalaman suatu perairan yakni jarak permukaan air dengan dasar. Dalam istilah hidrografi, pengukuran kedalaman disebut Pemeruman (Fatoni, 2017).

Alat yang digunakan untuk mengukur batimetri, yang populer dan banyak dipakai dalam penelitian adalah singlebeam echo sounder. Alat tersebut menggunakan pancaran tunggal sebagai pengirim dan penerima sinyal gelombang suara. Dalam melakukan survei hidrografi menggunakan singlebeam echosounder, Badan Informasi Geospasial menentukan panduan dan SOP yang sesuai dengan kebutuhan dalam melakukan survei, tergantung jenisnya untuk apa. Nah, jadi dalam survei tersebut, diklasifikasikan beberapa orde. Kita bukan mau ngomongin orde lama dan orde baru lho ya๐Ÿ˜†. Jadi, beberapa jenis orde dalam survei hidrografi, diantaranya adalah:

Orde Khusus, yakni Pelabuhan tempat sandar dan alur kritis (yang berhubungan dengannya) dimana kedalaman air di bawah lunas minimum

Orde 1, yakni Pelabuhan, Alur pendekat pelabuhan, Lintasan/haluan yang dianjurkan, Daerah-daerah pantai dengan kedalaman hingga 100 meter 3

Orde 2, yakni Area yang tidak disebut pada orde khusus dan orde satu, dan Area dengan kedalaman hingga 200 meter 

Orde 3, yakni Daerah lepas pantai yang tidak disebut dalam orde khusus, orde satu dan orde dua

Mungkin dibenakmu terbersit pikiran: pemetaan batimetri ini kan pasti udah dilakukan dari jaman baheula ya, emang gak ada gitu data sekunder yang bisa digunakan sebagai rujukan langsung? Eits, jangan bersedih dulu jika memang tidak punya ongkos untuk survei batimetri secara langsung haha, karena, banyak sekali website yang menyediakan data free access untuk batimetri ini. Yang jelas, tentunya konturnya tidak sedetail dan se-update kalau kamu survei secara langsung. Yo terimo ae yo, wong gratis tinggal duduk manis๐Ÿ˜

Untuk mengetahui batimetri laut secara visual bisa menggunakan website Navionics. Menurutku webGIS nya lumayan ringan dan ciamik, karena menampilkan info yang cukup mendekati dengan peta laut indonesia. Kelebihannya dari navionics ini adalah dia bisa menyesuaikan dengan skala yang kita inginkan, ketika kita memerbesar tampilan, maka kontur batimetri pun akan tersaji lebih detail. Keren deh๐Ÿ˜‰

Ini gambaran peta batimetri di Navionics untuk daerah Labuan Bajo

Dimana lagi kita bisa mengunduh data batimetri? Tentu banyak gaes, kamu bisa kunjungi website DEMNAS BIG, disana ada pilihan untuk mengunduh data batimetri nasional secara garatis tis tis tis. uwenak to? jangan lupa harus register dulu yaa. Selain itu, kamu juga bisa mengunduh data batimetri dalam cakupan kontur/skala yang besar di website nya Pusriskel KKP, sok mangga di klik, dipilih, mana data yang menurutmu lebih cocok.

Nah, sekarang udah mengerti kan gimana caranya dapat data batimetri dan untuk apa kegunaannya? Kalau belum mengerti dan dirasa kurang infonya, jangan terhenti baca info nya hanya di web ini ya.. silahkan menambah dan memperkaya info lain bersama Mbah Google dan Mbah Yutub, okay๐Ÿ˜‰

Referensi:
Fatoni, KI. 2017. Pasang Surut Sebagai Kontrol Vertikal Survei Batimetri, (Online),
(https://pushidrosal.id/assets/filemanager/pdf/ Artikel_Pasut_ to_Batimetri.pdf , diakses 20 November 2020).


Comments