#30MapTutorialsChallenge Part 5 : Kabel Bawah Laut

Hey guys! balik lagi di tutorial selanjutnya, eaa.😁 Setelah kita bercerita menegnai pergerakan kapal dan alur pelayaran, kali ini kita akan membahas tentang salah satu objek yang ada dan terpendam di laut. Apaa tuh?? 

Nah, kalian sering melihat kabel melintang diatas tiang trotoar gak sih? Pastinya sering ya. Sekarang ini, kita bakal kupas mengenai kabel juga nih, taapi kabel yang terbentang dibawah laut.. Woww! Ayo kita nyemplung dulu ke laut😁 byuurrr ~~

Kabel bawah laut, pada umumnya, sebenarnya yang aku ketahui aja sih hehe, kabel bawah laut difungsikan untuk beberapa hal, yang pertama untuk kegiatan ketenagalistrikan, yang kedua untuk kegiatan telekomunikasi, dan yang ketiga untuk kegiatan mitigasi bencana.

Kabel bawah laut untuk listrik biasanya diperuntukkan bagi daerah-daerah di Indonesia yang jauh dari main land, contohnya seperti pulau kecil. Cara bagaimana kabel listrik digelar dari mulai landing point hingga tergelar didasar laut bisa kalian lihat di video ini yaa.. Klik!

Adapun kabel bawah laut untuk kegiatan telekomunikasi, maka kabel ini sangat membantu kita terutama di daerah Indonesia yang masih terpencil untuk bisa terhubung kepada jaringan internet. Klean mungkin pernah mendengar tentang kabel palapa ring. Nah, kabel palapa ring ini dalam Perpres No 56 Tahun 2018 merupakan bagian dari Projek Strategis Nasional (PSN). Jadi di wilayah Indonesia ini, terdapat 3 bagian PSN untuk palapa ring, diantaranya palapa ring barat, palapa ring tengah, dan palapa ring timur. 

Nah, untuk jenis kabel bawah laut yang digunakan untuk kegiatan mitigasi bencana adalah Cable Based Tsunameter (CBT). CBT ini merupakan program dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jadi, alat pendeteksi tsunami berbasis kabel optik ini akan dipasang di perairan Indonesia bagian timur tepatnya di sekitar Sulawesi hingga Halmahera guys. Ini sangat membantu dalam pengamatan/deteksi gempa bawah laut tentunya.

Ilustrasi bagaimana fiber optic terpasang di dasar laut, coba klean klik di video ini ya guys!

Sebelum menulis postingan di part ini, aku sempat mendapatkan penjelasan mengenai kabel bawah laut guys, terutama kabel bawah laut untuk telekomunikasi. Rekan yang berkecimpung dalam perencanaan kabel telekomunikasi, Pak Satya namanya, sempat menjelaskan beberapa hal terkait kabel bawah laut. 

yang pertama, dalam merencanakan pemasangan kabel telekomunikasi bawah laut, ada tahap desktop study yang dilakukan terlebih dahulu, diantaranya kajian mengenai batimetri, topografi dasar laut, keberadaan gunung api bawah laut, posisi lempeng, substrat dasar, arus laut, kegiatan eksisting disekitar calon area penempatan kabel, dan jenis ekosistem pesisir.

yang kedua, dalam merencanaan penggelaran kabel bawah laut, ada beberapa peraturan yang harus diacu nih guys, diantaranya Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2020 tentang Bangunan dan Instalasi di Laut serta Permenhub No 129 tahun 2016 tentang Alur Pelayaran di Laut dan Bangunan dan/atau Instalasi di Perairan. Di peraturan tersebut diatur mengenai jarak aman, zona terlarang, dan zona terbatas yang diberlakukan untuk mengamankan Bangunan dan Instalasi di Laut.

yang ketiga, secara teknis mengenai ketentuan kabel bawah laut, dunia internasional ini juga mengeluarkan beberapa kebijakan teknis, seperti halnya pegaturan untuk kabel yang saling crossing, kabel yang saling berdekatan, atau pertimbangan teknis lainnya. Nah, asosiasi tersebut adalah International Cable Protection Committee yang menerbitkan rekomendasi/kebijakan teknis dalam perkabelan. Semua rekomendasinya bisa diunduh secara gratis looo.. kuy kunjungi webnya😉

Lalu, dimana kita bisa mendapatkan data kabel bawah laut?

Secara global kamu bisa melihat kabel-kabel bawah laut melintang melalui web ini guys, kunjungi www.submarinecablemap.com. Di web tersebut klean bisa melihat sebaran kabel bawah laut di seantero dunia. Sebenarnya di web ini kurang lengkap sih ya, karena perkabelan di Indonesia lebih detailnya klean harus melihat di peta laut. Nah, kalau misal mau tau tentang pengaturan alur pipa dan kabel bawah laut di Indonesia, bisa searching peraturan ini ya : Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.



Comments